Arti Berdamai dengan Covid-19

Berdamai Dengan Covid-19

Banyak yang kaget dan sinis ketika Presiden berkata kita harus berdamai dengan Covid-19.

Padahal di kalimat berikutnya sudah dijelaskan arti dan maksud kalimat tersebut.

Kita tidak bisa terus-menerus mengeluh tentang dampak covid. Suka tidak suka, mau tidak mau covid akan selalu ada di muka bumi.

Jadi pertanyaannya bukan kapan selesainya. Tapi kapan manusia bisa berubah beradaptasi hidup normal tapi dengan standar anti covid.

Di Inggris hari ini menurut data BBC, 70% masyarakat sudah beralih dari transportasi publik menjadi menggunakan sepeda gowes.

Berdamai bukan berarti virusnya menang, kita pasrah. Bukan itu!

Manusia sudah lama hidup dengan virus lain, misalnya DBD, HPV, HIV, cacar; Mers, SARS dll. Nah sekarang ada virus baru namanya Covid-19 yang mana adalah adik dari SARS.

Kamu, saya, kita, tidak bisa selamanya menutup rumah, mengunci pintu.
Lalu teriak-teriak: “kapan virus reda? saya udah gak bisa makan”.

Yang terjadi nanti akhirnya manusia akan menggunakan senjata alaminya, ADAPTASI.

Karena kita semua harus kerja, petani, guru, pedagang, insinyur, tukang, ojek, penjahit, hingga dokter harus kerja. Maka dibutuhkan adaptasi dengan Covid-19.

Karena adaptasi adalah senjata manusia paling ampuh. Apa itu?
Meningkatkan standar kualitas hidup.

Sering cuci tangan menggunakan sabun, menggunakan masker, menggunakan pakaian untuk keluar ruangan, menjaga kebersihan, mengonsumsi makanan yang bergizi seperti buah-buahan, sayur-sayuran, makan-makanan yang matang.

Itu adalah sedikit gaya hidup yang akan menghiasi tahun-tahun kita mendatang, disamping tetap melakukan sosial distancing dan rajin minum vitamin.

Dan mungkin nanti membawa hand sanitizer dan semprotan desinfectant sudah menjadi standar baku.

Kita akan lazim melihat orang ngopi, kongkow atau nonton bioskop, tapi sebelum duduk mereka akan menyemprotkan desinfectant ke meja dan kursi.

Itu adalah cara manusia berdamai dengan keadaan. Yang disiplin akan bertahan, yang tidak disiplin mungkin akan menjalani imunisasi alami. Sakit lalu sembuh dan mendapat imun alami, atau yang dikenal dengan herd immunity.

Sampai kapan kita akan menjalani isolasi mandiri? Amerika bahkan yang katanya negara adidaya, penduduknya sudah tidak kuat. Mereka berdemo pengin kerja lagi, ngopi lagi, kencan lagi.

Virus Covid-19 akan selalu ada layaknya cacar, semua orang pasti pernah kena, dan setelah kena dia kebal, ya ada sih orang yang kena dua kali. Dulu cacar itu penyakit yang memakan jutaan nyawa.

Sama seperti Covid, cacar mudah menular, lewat sentuhan kulit, nanah yang tertinggal di benda, keringat dan cairan manusia lain.

Tapi sekarang cacar menjadi sebuah hal yang lumrah. Begitu pula dengan Covid-19, dia tidak akan bisa dibasmi sampai habis, manusialah yang berubah menjadi lebih baik.

Tidak heran nanti kita akan menemukan jalanan di Indonesia dipenuhi banyak sepeda buat pergi kerja (bike to work). Atau, paling-paling makin banyak motor aja sih.
Semangat!

Ditulis oleh Dhimas Jusuf Nugroho, 10/05/2020

-0-
Berikut dari FB Kun Mukarom.-

Kita tidak bisa mengatur besar kecil dan arah ‘Angin’ di Samudra Lautan Luas….
Tapi kita bisa mengatur ‘Layar’ sehingga tetap mencapai tujuan…
Mungkin Kita tidak benar benar Bisa terhindari dari Virus Corona..; Caused Life Must Go on..right?
Tapi kita bisa mengontrol diri kita agar tetap tidak kena Penyakit akibat Corona walau sudah terkontak virus nya….
Shg tetap Sehat n Eksis mengarungi Luasnya Samudra Kehidupan….😍😍😍
By : Jaga Jarak, Sering Cuci Tangan, Tingkatkan Imun Tubuh, always Happy, Makan Cukup yg bergizi, Konsumsi Buah2an, Sayuran, Vit.C n E setiap hari, Olah Raga n Tidur Cukup, selalu berbagi kesesama, dan Selalu Berdo’a kpda NYA….
Aamiin YRA….. 💪💪💪🌹😘😍

#BerdamaiDgnCorona

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s